Mendagri Tito Karnavian punya pesan mendesak buat para pemimpin daerah di Sumatera. Intinya, data rumah rusak pasca bencana harus segera diselesaikan. Tanpa data yang jelas, bantuan dari pusat bakal mandek di jalan.
“Kuncinya adalah data,” tegas Tito dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
“Data ini, yang mana yang (rusak) ringan, mana yang rusak sedang, mana yang berat. Semua kabupaten/kota.”
Pernyataan itu ia sampaikan usai memimpin rapat koordinasi virtual dari Jakarta sehari sebelumnya. Rapat itu sendiri membahas pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan jumlah pengungsi terbaru. Menurut Tito, Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian serius pada percepatan pemulihan ini. Targetnya, warga yang rumahnya rusak ringan dan sedang bisa segera dapat bantuan dan kembali beraktivitas normal.
Nah, soal bantuan, pemerintah sudah siapkan skemanya. Untuk kerusakan ringan, ada kompensasi Rp 15 juta. Yang rusak sedang, dapat Rp 30 juta. Sementara bagi yang rumahnya hancur atau hilang, pemerintah siapkan hunian tetap. Selama menunggu dibangun, mereka bisa tinggal di hunian sementara sambil terima Dana Tunggu Hunian.
Tapi semua itu, sekali lagi, tergantung data.
“Keinginan kita semua, yang rusak ringan dan rusak sedang ini secepat mungkin diberikan bantuan dan pembiayaan agar mereka bisa mulai bekerja, mulai beres-beres,” ujarnya.
Artikel Terkait
Menteri PU Buka Ruang Kerja untuk Penyidik, Klaim Patuhi Arahan Presiden
Advokat Soroti Ancaman Ketimpangan Digital bagi 64 Juta UMKM
Kejagung Kejar Aset Riza Chalid Usai Penetapan Tersangka Baru
ITS Kembangkan Bensin Sawit Benwit sebagai Alternatif Energi Nasional