Tak lupa ia menambahkan, dengan nada yang terdengar seperti ultimatum, “dengan satu atau cara lainnya, kita akan mendapatkannya.”
Namun begitu, sikap dari Greenland sendiri sudah sangat jelas. Perdana Menteri Mute Egede langsung merespons. Ia menegaskan bahwa aneksasi bukanlah sesuatu yang bisa dibicarakan.
“Kami tidak untuk dijual dan tidak bisa begitu saja diambil,” tulis Egede di Facebook.
“Kami tidak ingin menjadi orang Amerika... pihak Amerika dan pemimpinnya harus memahami itu.”
Jadi, sementara satu pihak membayangkan pencapaian besar, pihak lain justru berdiri teguh mempertahankan kedaulatannya. Situasi ini, mau tak mau, menciptakan ketegangan diplomatik yang belum terlihat ujungnya.
Artikel Terkait
Sengketa Lahan Tutup Delapan Ruang Kelas, SDN Bunisari Terapkan Sistem Dua Sif
Kapolri Tegaskan Penerimaan Akpol 2026 Tanpa Biaya dan Kuota Khusus
Bupati Tulungagung Jadi Tersangka KPK atas Dugaan Pemerasan Pejabat
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tersangka Pemerasan dan Pengadaan Proyek