Longsor di Gunung Kaupas, Warga Cibodas Dievakuasi

- Selasa, 06 Januari 2026 | 21:05 WIB
Longsor di Gunung Kaupas, Warga Cibodas Dievakuasi

Gunung Kaupas di Serang, Banten, diguncang longsor. Kejadiannya pada Selasa pagi, tepatnya sekitar pukul 10.40 WIB. BPBD Banten langsung bergerak cepat, mengarahkan warga untuk pindah ke tempat yang lebih aman.

Lokasi persisnya di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang. Menurut keterangan Lutfi Mujahidin, sang Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, material tanah yang longsor itu bergerak cukup jauh.

"Telah terjadi longsoran di kawasan Gunung Kaupas. Material longsoran berjarak sekitar kurang lebih 1 kilometer dari permukiman," jelas Lutfi.

Kabarnya, sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan korban. Entah itu luka-luka, apalagi korban jiwa. Syukurlah. Tapi situasinya belum sepenuhnya aman.

Lutfi menegaskan, potensi longsor susulan masih mengintai. Terutama kalau hujan datang dengan intensitas sedang sampai tinggi. Medannya sendiri cukup mengkhawatirkan.

"Wilayah berada pada lereng perbukitan dengan tingkat kemiringan curam," katanya.

Ia melanjutkan, ancamannya nyata. Mulai dari pergerakan tanah yang bisa berlanjut, tambahan material longsor, sampai risiko terhadap akses jalan dan rumah warga yang ada di jalur aliran material.

Menyikapi hal itu, imbauan pun disampaikan. Warga yang tinggal di zona rawan di Kampung Cibodas didesak untuk segera mengungsi. Aktivitas di sekitar lokasi bencana juga dilarang sementara waktu.

"Kami mengimbau warga untuk mengungsi ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah desa. Pengungsian berada di salah satu sekolah dasar dan akan dilengkapi dengan kebutuhan dasar," pungkas Lutfi.

Untuk sekarang, fokusnya adalah keselamatan. Sekolah dasar yang ditunjuk jadi tempat penampungan siap menampung mereka yang terdampak, dengan bantuan logistik dasar yang dijanjikan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar