Pulangnya para pemudik usai libur panjang ternyata menciptakan arus balik yang cukup padat. Setidaknya, itulah yang tercatat oleh Jasa Marga dalam tiga hari pertama tahun 2026. Rivan A. Purwantono, Direktur Utama perusahaan itu, menyebutkan ada 324.208 kendaraan yang kembali membanjiri wilayah Jabotabek.
Data itu dihimpun dalam rentang waktu 1 hingga 3 Januari, tepatnya dari Kamis pagi sampai Sabtu pagi. Angka yang tidak sedikit, bukan?
Menurut Rivan, lonjakan ini terpantau dari empat gerbang tol utama yang jadi pintu masuk ibu kota.
"Angka kumulatif itu berasal dari GT Cikupa dari arah Merak, GT Ciawi dari Puncak, GT Cikampek Utama dari Trans Jawa, dan GT Kalihurip Utama dari Bandung," jelasnya melalui keterangan resmi, Sabtu (3/1).
Jika dibandingkan dengan arus normal yang hanya sekitar 278.918 kendaraan, peningkatannya mencapai 16,24 persen. Sebuah lompatan yang signifikan dan bisa dirasakan langsung di jalanan.
Lalu, dari mana saja asal kendaraan-kendaraan itu? Ternyata, arus dari timur mendominasi. Sekitar 147.817 kendaraan atau 45,59 persen, datang dari arah Trans Jawa dan Bandung. Sementara dari barat (Merak) tercatat 90.590 kendaraan, dan dari selatan (Puncak) sebanyak 85.801 kendaraan.
Rinciannya menarik untuk disimak. Untuk arus timur, gerbang Cikampek Utama dari Trans Jawa diserbu 71.614 kendaraan naik hampir 30 persen. Sementara dari Bandung lewat Kalihurip Utama, jumlahnya bahkan lebih tinggi: 76.203 kendaraan dengan kenaikan di atas 32 persen.
"Total dari kedua gerbang itu 147.817 kendaraan," tutur Rivan, "meningkat 30,91 persen dibanding kondisi biasa."
Di sisi lain, arus dari barat justru menunjukkan pola berbeda. Melalui GT Cikupa, kendaraan yang masuk dari Merak justru lebih rendah 8,28 persen dari normal, yakni 90.590 unit. Sedangkan dari arah Puncak via GT Ciawi, angkanya melonjak 27,62 persen menjadi 85.801 kendaraan.
Perlu diingat, ini baru potret tiga hari saja. Jasa Marga juga punya catatan lebih panjang untuk seluruh periode libur Nataru 2025/2026, yang berlangsung 16 hari sejak 18 Desember. Dalam kurun waktu itu, tercatat 2,6 juta lebih kendaraan meninggalkan Jabotabek, naik 11,49 persen.
Nah, untuk arus baliknya dalam periode yang sama, angkanya mencapai 2,47 juta kendaraan.
"Itu naik 8,01 persen dari lalu lintas normal," katanya menambahkan.
Dari proyeksi awal, sekitar 86 hingga 90 persen perjalanan telah terealisasi. Sisa perjalanan mungkin masih berlangsung, mengalir pelan-pelan memasuki ibu kota, mengakhiri ritual tahunan pulang kampung.
Artikel Terkait
Kevin Diks Pulih, Gladbach Andalkan Bek Kanan untuk Perbaiki Pertahanan di Freiburg
Pemerintah Buka Impor Ayam AS untuk Bibit, Janjikan Perlindungan Peternak Lokal
Pemerintah Serahkan SK HKM dan TORA untuk Lebih dari 650 Hektare Lahan kepada Petani Banyuwangi
Google dan Sea Ltd Jalin Kemitraan Strategis untuk Kembangkan AI di Shopee dan Garena