Donald Trump kembali membuat pernyataan yang menyulut kontroversi. Kali ini, Presiden Amerika Serikat itu menuding Presiden Kolombia, Gustavo Petro, sebagai seorang pengedar narkoba. Tuduhan ini, tentu saja, langsung dibantah keras oleh Petro.
Semua ini berawal dari aksi militer AS di Venezuela. Pada Sabtu (3/1) lalu, pasukan AS melancarkan serangan mendadak ke Caracas. Mereka membombardir sejumlah target militer dalam upaya yang disebut-sebut untuk menggulingkan Nicolas Maduro dari kursi kepresidenan.
Nah, sehari setelahnya, Trump berbicara kepada para wartawan di dalam Air Force One. Dari pesawat kepresidenan itu, dia mengancam akan melakukan hal serupa terhadap Kolombia.
Negara Amerika Selatan itu, menurut Trump, "juga sangat sakit."
"Dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat," ujarnya.
Trump menambahkan, "Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama." Pernyataan panas ini dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Senin (5/1).
Lalu, bagaimana tanggapannya ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan intervensi militer ke Kolombia? Pemimpin Partai Republik itu menjawab singkat, "Kedengarannya bagus bagi saya."
Alasannya? "Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang," klaim Trump. Namun begitu, dia tidak menyertakan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya tersebut.
Artikel Terkait
TNI AL Temukan Kandungan Logam Tanah Jarang dan Unsur Radioaktif di 25 Kontainer Ilegal Batam
Pria Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi Palembang
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Tutup Lebih Awal saat Waisak, Pengunjung Hanya Boleh hingga Pelataran
BSN Salurkan 245 Hewan Kurban ke Masyarakat di Seluruh Indonesia