Di tengah panggung acara Puncak Natal Nasional 2025, Presiden Prabowo Subianto menyoroti sebuah kontras yang tajam. Dunia di luar sana, katanya, sedang tidak baik-baik saja. Penuh gejolak, tegang, dan perang berkecamuk di berbagai penjuru.
Namun begitu, ia mengajak kita semua untuk melihat ke dalam. Untuk bersyukur.
"Saya ingin menyampaikan bahwa sesungguhnya di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, penuh gejolak, perang di mana-mana," ujar Prabowo di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026).
"Kita harusnya bersyukur bahwa bangsa kita sampai hari ini mengalami keadaan damai."
Pernyataannya itu bukan berarti menutup mata. Prabowo mengakui, dalam negara sebesar Indonesia, mustahil tidak ada gesekan. Pasti ada perselisihan paham, konflik kecil, atau persaingan yang wajar terjadi. Itu manusiawi.
Tapi lihatlah gambaran besarnya.
Di saat banyak negara lain terbelah, Indonesia justru menunjukkan sesuatu yang berbeda. Menurutnya, harmoni yang terjaga ini mulai menarik perhatian dunia. "Secara umum bangsa lain mulai melihat bangsa Indonesia bahwa bangsa sebesar ini dapat hidup dengan harmoni, saling menghormati dan saling mencintai," paparnya.
Pesan yang disampaikan jelas: kondisi damai ini adalah aset berharga. Dan itu bukan tanpa usaha. Di sisi lain, Prabowo menekankan bahwa semua pihak punya tugas untuk terus merawat persatuan itu. Menjaga keharmonisan yang sudah ada agar tak mudah goyah oleh terpaan gejolak global.
Artikel Terkait
Penembakan di Luar Acara Jurnalis Gedung Putih, Trump dan Sejumlah Pejabat Dievakuasi
Menkeu Yakin IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini Meski Terpukul Sentimen Global
Plt Sekjen MPR Kagumi Wawasan Kebangsaan Peserta LCC Empat Pilar di Riau
Mahfud MD Bantah Pernyataan Saiful Mujani Layak Diproses Hukum, Berseberangan dengan Menteri HAM