Sukirman melanjutkan, para pekerja ini menyediakan peralatan seperti keset dengan biaya sendiri. Tugas mereka tak cuma memasang alas itu, tapi juga membersihkan jalur dermaga dari pasir dan kotoran demi keamanan kendaraan yang menyeberang.
Menariknya, Sukirman menegaskan bahwa pungutan ini sifatnya tidak memaksa.
Di sisi lain, manajemen pelabuhan pun tak tinggal diam. Manager Usaha PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, menyatakan pihaknya sedang menelusuri kebenaran video viral tersebut.
Didi menegaskan komitmen ASDP untuk menjaga kenyamanan pengguna jasa. Situasinya memang agak abu-abu; ada klaim tradisi turun-temurun yang berhadapan dengan aturan dan kesan pungli. Yang jelas, sorotan kini tertuju pada aktivitas di dermaga itu, menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Artikel Terkait
Densus 88 Ungkap 70 Anak Terpapar Paham Ekstrem Lewat Komunitas True Crime
KPK Selidiki Uang Percepatan Haji Khusus yang Tiba-tiba Dikembalikan
Buruh Serukan Revisi Upah Minimum, Aksi Massa Warnai Depan Istana
iPhone 16 Pro Raib Digasak, Pelaku Tukar dengan Narkoba Cuma Rp 2 Juta