Korsleting Picu Asap Mengepul di Atap Stasiun Bogor

- Minggu, 04 Januari 2026 | 15:25 WIB
Korsleting Picu Asap Mengepul di Atap Stasiun Bogor

Asap tiba-tiba mengepul dari atap peron Stasiun Bogor, Minggu siang itu. Kejadiannya sekitar pukul setengah satu siang, tepatnya di kanopi jalur VIII. Dugaan sementara, penyebabnya adalah korsleting listrik.

Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, petugas pertama kali melihat percikan api dari kabel instalasi listrik.

"Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di atap kanopi Jalur VIII Stasiun Bogor. Berdasarkan laporan dari PPKA Bogor, terpantau adanya percikan api yang berasal dari kabel instalasi listrik,"

Hanya berselang tiga menit kemudian, tepatnya pukul 12.33 WIB, respon cepat pun dijalankan. KAI langsung berkoordinasi dengan PLN dan pihak terkait lainnya. Tujuannya satu: mencegah api membesar.

"Pada pukul 12.33 WIB, koordinasi langsung dilakukan dengan pihak terkait, termasuk PLN, untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Pada pukul 12.57 WIB, percikan api dinyatakan telah padam dan kondisi dinyatakan aman,"

Langkah antisipasi juga tak main-main. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, area jalur VIII langsung dikosongkan dari penumpang. Bahkan kereta api yang sedang berada di peron, Kereta Api 1014, segera dilangsir menjauh dari lokasi percikan api.

Untungnya, situasi bisa dikendalikan dengan cepat. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski begitu, Franoto kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan.

"Hingga saat ini, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak terkait. KAI Daop 1 Jakarta mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,"

Kini aktivitas di Stasiun Bogor sudah kembali normal. Namun, jejak kejadian siang tadi tentu menyisakan peringatan tentang pentingnya pengecekan rutin terhadap instalasi listrik di fasilitas publik yang selalu ramai seperti stasiun.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar