Di sisi lain, ada juga suara yang lebih berimbang. Don Bacon, anggota DPR dari Nebraska yang dikenal moderat, punya pandangan berbeda. Ia mengakui bahwa jatuhnya Maduro bisa jadi angin segar bagi rakyat Venezuela dan stabilitas kawasan.
Tapi sebagai veteran militer, Bacon punya kekhawatiran mendalam. Ia takut aksi AS ini malah jadi preseden buruk, memberi alasan bagi negara lain untuk bertindak serupa.
"Kekhawatiran utama saya sekarang adalah Rusia akan menggunakan ini untuk membenarkan tindakan militer ilegal dan biadab mereka terhadap Ukraina, atau China untuk membenarkan invasi ke Taiwan," kata Bacon.
"Kebebasan dan supremasi hukum dipertahankan tadi malam, tetapi para diktator akan mencoba memanfaatkan ini untuk membenarkan tujuan egois mereka."
Jadi, meski operasi militer di Venezuela mungkin terlihat sukses di lapangan, gelombang kritik di dalam negeri AS justru sedang membesar. Pertanyaannya sekarang, apakah kemenangan cepat ini worth it dengan risiko politik dan diplomatik yang mengikutinya? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Partai Buruh Usul Parliamentary Threshold 0%, Berseberangan dengan NasDem
Ketua Banggar DPR Desak Batalkan Rencana Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari India
Cut Tari Siap Syuting Web Series Setelah Vakum 7 Tahun
Gubernur DKI Ancam Bongkar 185 Lapangan Padel Ilegal di Jakarta