"Cuma dalam waktu singkat, semua kemampuan militer Venezuela dilumpuhkan. Berkat para pria dan wanita militer kita, plus penegak hukum, Maduro berhasil diamankan di tengah malam. Saat itu gelap. Lampu-lampu Caracas sebagian besar padam karena keahlian khusus yang kita punya."
"Saat itu gelap dan mematikan," tambahnya, memberi penekanan.
Di sisi lain, Trump sangat menekankan keberhasilan operasi dari segi keamanan personel. Ia menyebut tidak ada korban jiwa dari pihak militer AS. Tidak ada pula peralatan tempur yang hilang.
"Kalau kamu lihat apa yang saya lihat tadi malam, pasti kamu akan terkesan. Saya nggak yakin kamu akan pernah melihatnya lagi. Tapi sungguh luar biasa. Nggak ada satu pun anggota militer Amerika yang tewas. Nggak ada satu pun peralatan Amerika yang hilang," paparnya.
Operasi itu, menurut deskripsinya, melibatkan kekuatan yang masif. "Kita punya banyak helikopter, banyak pesawat, dan orang-orang yang terlibat dalam pertempuran itu jumlahnya sangat banyak," imbuh Trump.
Pernyataan Trump ini jelas akan memantik reaksi beragam, baik dari dalam negeri maupun secara internasional. Soal bagaimana bentuk "kepemimpinan" AS atas Venezuela itu sendiri, masih menyisakan banyak tanda tanya.
Artikel Terkait
Pemeriksaan Richard Lee Terhenti di Tengah Malam, Penahanan Ditunda
Truk Kontainer Terguling di Tanjakan Pandeglang, Sopir Ungkap Penyebabnya
Pemeriksaan dr. Richard Lee Terpaksa Dihentikan, 73 Pertanyaan Sudah Terjawab
Ramadan Menjelang, Pemulihan Aceh Didorong Serentak