Kejadian tawuran antarwarga kembali memecah konsentrasi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Kali ini, bentrok berlangsung selama dua hari berturut-turut, menambah daftar panjang persoalan sosial di wilayah itu. Pemerintah Provinsi DKI sendiri, lewat pernyataan resminya, menegaskan bahwa fokus utama mereka tetap pada upaya pencegahan.
Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, keributan pertama menyala saat Kamis malam, tepatnya di waktu magrib. Sekitar dua puluh orang dari Gang Tuyul di RW 04 bentrok dengan sejumlah warga dari Magasen, RW 12. Suasana mencekam sempat menyelimuti permukiman padat itu.
Namun begitu, ketegangan ternyata belum benar-benar reda. Sehari kemudian, Jumat sore sekitar pukul tiga, underpass Manggarai menjadi ajang bentrokan lanjutan. Kelompok yang terlibat masih sama: warga Gang Tuyul dan warga Magasen. Keadaan sempat ricuh sebelum akhirnya bisa diredam.
Merespon rangkaian kejadian ini, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, memberikan penjelasan.
"Langkah Pemprov saat ini tetap fokus pada pendekatan preventif dan komprehensif," ujar Chico, Sabtu (3/1).
Pernyataan itu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk lebih mengedepankan langkah-langkah pencegahan, alih-alih hanya reaktif menangani dampaknya. Di sisi lain, warga sekitar berharap upaya itu benar-benar bisa dirasakan di lapangan, mengingat tawuran seperti sudah menjadi cerita yang terlalu sering berulang.
Artikel Terkait
Iran Siap Serahkan Rancangan Awal Kesepakatan Nuklir ke AS dalam 2-3 Hari
OJK Jatuhkan Denda Rp 11,05 Miliar, Termasuk untuk Influencer, atas Manipulasi Pasar Modal
Banten Catatkan Pertumbuhan Ekonomi 5,37% dan IPM 77,25 di Tahun Pertama Andra-Dimyati
Rano Karno Klaim 97% Program Kerja Tahun Pertama Pramono Anung Tuntas, Fokus 2026 pada Banjir, Macet, dan Kemiskinan