Kejadian tawuran antarwarga kembali memecah konsentrasi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Kali ini, bentrok berlangsung selama dua hari berturut-turut, menambah daftar panjang persoalan sosial di wilayah itu. Pemerintah Provinsi DKI sendiri, lewat pernyataan resminya, menegaskan bahwa fokus utama mereka tetap pada upaya pencegahan.
Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, keributan pertama menyala saat Kamis malam, tepatnya di waktu magrib. Sekitar dua puluh orang dari Gang Tuyul di RW 04 bentrok dengan sejumlah warga dari Magasen, RW 12. Suasana mencekam sempat menyelimuti permukiman padat itu.
Namun begitu, ketegangan ternyata belum benar-benar reda. Sehari kemudian, Jumat sore sekitar pukul tiga, underpass Manggarai menjadi ajang bentrokan lanjutan. Kelompok yang terlibat masih sama: warga Gang Tuyul dan warga Magasen. Keadaan sempat ricuh sebelum akhirnya bisa diredam.
Merespon rangkaian kejadian ini, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, memberikan penjelasan.
"Langkah Pemprov saat ini tetap fokus pada pendekatan preventif dan komprehensif," ujar Chico, Sabtu (3/1).
Pernyataan itu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk lebih mengedepankan langkah-langkah pencegahan, alih-alih hanya reaktif menangani dampaknya. Di sisi lain, warga sekitar berharap upaya itu benar-benar bisa dirasakan di lapangan, mengingat tawuran seperti sudah menjadi cerita yang terlalu sering berulang.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz Amankan Dua DPO Prioritas Penyebab Eskalasi Kekerasan di Yahukimo
Garudayaksa FC Ganti Pelatih Kedua Kalinya dalam Seminggu, Erwan Hendrawanto Mundur karena Alasan Kesehatan
Polrestabes Medan Amankan Kakek Pedagang Diduga Cabuli 28 Siswi SD di Deli Serdang
Menteri ESDM Tegaskan Investasi Mineral Kritikal Terbuka untuk Semua Negara