Iran Kecam Serangan AS ke Venezuela: Pelanggaran Terang-Terangan Kedaulatan

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:55 WIB
Iran Kecam Serangan AS ke Venezuela: Pelanggaran Terang-Terangan Kedaulatan

Sabtu dini hari waktu setempat, langit di beberapa wilayah Venezuela mendadak berubah. Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat memicu gelombang kecaman internasional yang cepat. Iran, sekutu utama Caracas, termasuk yang paling keras menyuarakan protes.

Lewat pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri yang dikutip media seperti AFP dan CNN, Teheran tak main-main dengan kata-katanya. Mereka menyebut aksi AS itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Venezuela.

"Mengutuk keras serangan militer Amerika terhadap Venezuela dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial negara tersebut,"

Begitu bunyi kutipan pernyataan itu, yang juga dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Iran, Press TV. Intinya jelas: ini dianggap langkah berbahaya yang menginjak-injak Piagam PBB.

Di sisi lain, pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sendiri melontarkan tuduhan pedas. Mereka menyebutnya sebagai "agresi militer yang sangat serius dan berat" yang menyasar area Caracas, serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Suasana di ibu kota pasti mencekam.

Namun begitu, dari Washington datang konfirmasi dan klaim yang justru bikin situasi makin panas. Presiden Donald Trump dengan gamblang mengakui serangan itu. Ia menyebutnya sebagai operasi "skala besar" yang sukses. Bahkan, Trump membuat pernyataan mengejutkan bahwa Maduro telah ditangkap dan dibawa keluar negeri.

Iran tak cuma mengkritik. Mereka memberi peringatan keras soal konsekuensi aksi AS ini. Menurut mereka, agresi terhadap sebuah negara anggota PBB bukan cuma urusan regional. Ini masalah global yang bakal menggoyang tatanan internasional.

"Konsekuensinya akan mempengaruhi seluruh sistem internasional," begitu bunyi peringatan itu. Sekilas terdengar seperti retorika, tapi di tengah ketegangan geopolitik sekarang, ancaman seperti ini jarang dianggap sepele.

Gelombang kecaman, perlu dicatat, tak cuma datang dari Teheran. Negara-negara Amerika Latin seperti Kuba dan Kolombia juga ikut menyuarakan protes yang serupa. Rasanya, langkah AS kali ini telah membuka babak baru yang rumit. Kita lihat saja bagaimana riak-riak ini nantinya berkembang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar