Sabtu dini hari waktu setempat, langit di beberapa wilayah Venezuela mendadak berubah. Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat memicu gelombang kecaman internasional yang cepat. Iran, sekutu utama Caracas, termasuk yang paling keras menyuarakan protes.
Lewat pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri yang dikutip media seperti AFP dan CNN, Teheran tak main-main dengan kata-katanya. Mereka menyebut aksi AS itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Venezuela.
Begitu bunyi kutipan pernyataan itu, yang juga dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Iran, Press TV. Intinya jelas: ini dianggap langkah berbahaya yang menginjak-injak Piagam PBB.
Di sisi lain, pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sendiri melontarkan tuduhan pedas. Mereka menyebutnya sebagai "agresi militer yang sangat serius dan berat" yang menyasar area Caracas, serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Suasana di ibu kota pasti mencekam.
Artikel Terkait
Gunungan Sampah di Pasar Kramat Jati Diserbu 25 Armada DLH
Tes Urine Massal di Lapas Narkotika Jakarta, 2.500 Orang Diperiksa
Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Mulai Dikeruk, Ditargetkan Rampung dalam Lima Hari
Kyiv Berduka Lagi, Tiga Nyawa Melayang dalam Serangan Malam