Bali Perketat Pintu Masuk, Cek Rekening Turis Asing Jadi Syarat Baru

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:25 WIB
Bali Perketat Pintu Masuk, Cek Rekening Turis Asing Jadi Syarat Baru

Mulai tahun ini, Bali punya aturan baru buat turis asing. Pemerintah provinsi bakal intip rekening bank para wisatawan mancanegara yang datang berlibur. Langkah ini langsung dapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi VII DPR, Chusnunia Chalim. Menurutnya, kebijakan serupa sebaiknya diterapkan di seluruh Indonesia.

"Itu sama kayak warga kita mau ajukan visa juga disuruh lampirkan rekening 3 bulan terakhir," ujar Chusnunia, Sabtu lalu.

Dia melihat ini selaras dengan target quality tourism yang digaungkan Kemenpar. "Ini juga bagian dari langkah sustainable tourism kan," tambahnya.

Nunik sapaan akrabnya kemudian menegaskan bahwa Indonesia tak sekadar mengejar jumlah kunjungan. Ada kekhawatiran tersendiri soal turis yang datang bukan untuk liburan, melainkan bekerja secara ilegal.

"Apalagi tamu yang bukannya mendatangkan devisa atau keuntungan untuk Indonesia namun membawa persoalan, mungkin sebaiknya kita hindari," katanya.

"Yang kita harapkan adalah tamu wisatawan yang bisa menghadirkan manfaat baik bagi pelaku wisata maupun warga sekitar, dan tetap menjaga kelestarian alam. Makanya saya sepakat dengan Kemenpar terkait target quality tourism," tegas Nunik lagi.

Rencana ini sendiri sebenarnya sudah diumumkan sehari sebelumnya. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyebut salah satu aspek yang bakal diperiksa adalah kondisi keuangan calon wisatawan.

"Salah satu aspek yang diperhatikan untuk pariwisata yang berkualitas adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan," jelas Koster di Gianyar, Jumat (2/1/2025), seperti dilansir Antara.

Namun begitu, cek rekening bukan satu-satunya. Pemprov juga akan memveriksi lama waktu tinggal dan aktivitas apa saja yang rencananya dilakukan selama di Bali. Semua ini, kata Koster, untuk memastikan segala sesuatu terkontrol dengan baik.

"Seperti juga kalau kita berwisata ke negara lain, dengan kebijakan negara lain seperti itu kita akan melakukan hal yang sama," pungkasnya. Intinya, Bali ingin para tamunya benar-benar datang untuk menikmati pulau dewata, bukan untuk hal lain.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar