"Perluasan lahan ini untuk mendukung rencana Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028," kata Farach, Jumat (2/1/2026).
Kalau dilihat dari kondisi saat ini, luas lahan landfill di TPAS Cilowong memang sekitar 5 hektare. Tapi yang sudah terpakai baru sekitar 1,5 hektare saja. Meski begitu, tanpa sentuhan teknologi dan tambahan lahan, usia TPAS ini diprediksi cuma sampai tahun 2034 atau 2036. Setelah itu, bisa penuh.
"Dengan pengolahan dan penambahan lahan, umur TPA pasti akan lebih panjang. Ini persiapan menuju operasional PSEL," tambah Farach.
Di sisi lain, kebutuhan akan lahan baru ini disebutnya sudah mendesak. Nantinya, lahan tambahan itu tak cuma untuk menimbun. Ia akan menunjang penerapan teknologi seperti controlled landfill, insinerator, dan mesin AWS. Semua teknologi itu diharapkan bisa memperpanjang umur operasional TPAS Cilowong secara signifikan.
Artikel Terkait
Pajak Kondom China: Upaya Kontroversial Atasi Krisis Kelahiran
Tragedi di Warakas: Satu Kelarga Terkapar, Tiga Nyawa Melayang
Nasib Tersangka di Era KUHP Baru: Bebas atau Tetap Terjerat?
Era Kolonial Berakhir: Indonesia Resmi Pakai KUHP dan KUHAP Baru