Persijap Jepara Datangkan Dua Eks Pemain Liga Eropa untuk Hindari Jurang Degradasi

- Kamis, 01 Januari 2026 | 09:00 WIB
Persijap Jepara Datangkan Dua Eks Pemain Liga Eropa untuk Hindari Jurang Degradasi

Persijap Jepara Rekrut Dua Mantan Pemain Liga Top Eropa

Menjelang putaran kedua kompetisi, Persijap Jepara tak main-main. Mereka baru saja mendatangkan dua pemain baru yang punya pengalaman di liga-liga top Eropa. Langkah ini jelas untuk memperkuat skuad demi menyelamatkan musim yang terasa berat.

Nama pertama adalah Borja Herrera. Gelandang serang asal Spanyol itu sudah berusia 32 tahun. Tapi jangan salah, ia punya catatan menarik: pernah tiga kali turun di Liga Spanyol bersama Las Palmas di musim 2017/18. Artinya, dia pernah merasakan langsung berhadapan dengan pemain kelas berat seperti Lionel Messi. Pengalaman yang tak semua pemain punya.

Setelah itu, kariernya lebih banyak berlabuh di India. Dia membela beberapa klub seperti Hyderabad FC dan East Bengal. Yang terakhir, dia memperkuat FC Goa.

Presiden Klub Persijap, M. Iqbal Hidayat, menjelaskan alasan perekrutan ini.

"Kami punya Mario Lemos sebagai direktur teknik yang juga punya pengalaman dari Liga India. Dia tahu betul kualitas Borja. Pemain ini membawa FC Goa juara dan juga punya pengalaman di kompetisi Asia," ujarnya.

"Lemos juga sudah paham banget dengan komposisi skuad kita. Jadi, kami harap kehadiran Borja bisa melengkapi kebutuhan tim di putaran kedua BRI Super League nanti," tambah Iqbal.

Selain Herrera, ada satu nama lagi yang tak kalah menarik: Aly Ndom. Gelandang bertahan berusia 29 tahun ini datang dari klub Kanada, Pacific FC. Namun, masa lalunya cukup berkilau.

Ndom pernah membela Stade Reims dan Caen di Liga Prancis. Dia bahkan pernah merasakan panasnya pertandingan melawan PSG saat itu tim Paris masih dihiasi bintang-bintang seperti Neymar dan Kylian Mbappe. Pengalaman menghadapi serangan segitu hebat pasti jadi nilai lebih.

Rekrutmen ini tentu bukan tanpa alasan. Situasi Persijap di klasemen memang memprihatinkan. Mereka terperosok di posisi 17, hanya mengumpulkan 9 poin dari 15 laga. Itu artinya, mereka nyaris tak bisa menghindar dari bayang-bayang degradasi.

Dua pemain dengan latar belakang Eropa ini diharapkan jadi penolong. Bisa memberikan dampak langsung, baik di lini serang maupun pertahanan. Sekarang, tinggal menunggu bukti di lapangan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar