Kalau kamu pernah terjebak macet di Puncak, pasti nggak asing dengan beberapa titik yang bikin jalanan tiba-tiba menyempit. Ya, itulah yang disebut bottleneck. Di Jalan Raya Puncak, Bogor, titik-titik semacam ini jadi biang kerok kemacetan parah, terutama di kawasan Simpang Gadog yang terkenal itu.
Menanggapi persoalan ini, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa penanganan titik-titik penyempitan jalan akan jadi bagian dari agenda besar penataan kawasan Puncak. Menurutnya, sudah ada koordinasi intens dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas langkah konkretnya.
"Rencana penataan menyeluruh jalur Puncak, insyaallah kita akan laksanakan di tahun 2026. Kajian kita susun bersama di tahun 2025 antara pemerintah Kabupaten Bogor dengan Polres Bogor dan dengan instansi terkait lainnya,"
kata Rudy, Kamis (1/1/2026).
Soal persiapan, Rudy mengklaim desain teknis atau DED-nya sudah siap. Alhasil, tahapan eksekusi fisik rencananya bakal dimulai tahun ini juga. "DED perencanaan sudah ada, tahapan-tahapan akan kita mulai di awal tahun 2026," ungkapnya.
Nah, yang menarik adalah soal pembiayaan. Meski status jalan nasional yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat Rudy bersikukah akan menggunakan APBD Kabupaten Bogor. Alasannya sederhana: kolaborasi dan tidak mau menunggu.
Artikel Terkait
Manuver Mendahului di Jalan Tanjungsari Berujung Maut
Prabowo Minta Maaf ke Bupati: Saya Belum Bisa ke Semua Titik Bencana
Tragedi di Tengah Pesta: Bar Mewah di Crans Montana Hangus, Korban Jiwa Berjatuhan
Tarif MRT Rp 1 di Tahun Baru, Warga Berbondong Keliling Kota