Isu tentang ancaman badai garis atau 'squall line' yang katanya akan menghantam Jabodetabek di malam tahun baru, ramai banget beredar. Dari grup WhatsApp sampai linimasa media sosial, informasi ini menyebar cepat dan bikin banyak orang khawatir. Tapi, jangan langsung percaya.
Nyatanya, kabar itu cuma hoax belaka. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah angkat bicara dan dengan tegas membantahnya.
"Tidak benar (hoax),"
Begitulah penegasan yang dikeluarkan oleh Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG, Rabu kemarin. Mereka menyatakan bahwa klaim dalam informasi viral tersebut sama sekali tidak berdasar.
Dari pantauan terakhir, BMKG sama sekali tidak melihat adanya pembentukan awan kumulonimbus dalam bentuk barisan memanjang di atas Samudra Hindia. Awan jenis itulah yang biasanya jadi pertanda squall line. Jadi, klaim bahwa barisan badai itu bergerak menuju pesisir Jawa itu omong kosong.
Lantas, bagaimana kondisi sebenarnya? Menurut BMKG, cuaca di wilayah Jabodetabek pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026 diprediksi akan berawan. Bahkan, bisa jadi berawan tebal. Jadi, ancaman badai besar seperti yang diisukan itu tidak ada.
Jadi, sudah jelas kan? Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi. Jangan mudah termakan berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang beredar lewat pesan berantai.
Artikel Terkait
KPK Akui Keterbatasan SDM dan Wilayah, Buka Kerja Sama dengan Kortastipidkor Polri
Pertemuan Prabowo dengan Luhut dan Chatib Basri Dikonfirmasi Bahas Rekomendasi Ekonomi, Bukan Isu Reshuffle
Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Kontrakan di Malang, Diduga akibat Korsleting Listrik
26 Pejabat dari Tiga Cabang Kekuasaan Diduga Terlibat Korupsi Program Makan Bergizi Gratis