Dari pantauan terakhir, BMKG sama sekali tidak melihat adanya pembentukan awan kumulonimbus dalam bentuk barisan memanjang di atas Samudra Hindia. Awan jenis itulah yang biasanya jadi pertanda squall line. Jadi, klaim bahwa barisan badai itu bergerak menuju pesisir Jawa itu omong kosong.
Lantas, bagaimana kondisi sebenarnya? Menurut BMKG, cuaca di wilayah Jabodetabek pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026 diprediksi akan berawan. Bahkan, bisa jadi berawan tebal. Jadi, ancaman badai besar seperti yang diisukan itu tidak ada.
Jadi, sudah jelas kan? Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi. Jangan mudah termakan berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang beredar lewat pesan berantai.
Artikel Terkait
Libur Lebaran 2026 Jatuh Awal, Sekolah Libur 16-27 Maret
Ketua Komisi III DPR Sesalkan Penetapan Tersangka Guru Honorer Probolinggo
AS Disebut Makin Dekat dengan Keputusan Serang Iran, Israel Siap Hadapi Front Tambahan
Warga Srengseng Kesal, Oknum Wanita Kabur Bayar Usai Makan-Minum di Warung