Dari pantauan terakhir, BMKG sama sekali tidak melihat adanya pembentukan awan kumulonimbus dalam bentuk barisan memanjang di atas Samudra Hindia. Awan jenis itulah yang biasanya jadi pertanda squall line. Jadi, klaim bahwa barisan badai itu bergerak menuju pesisir Jawa itu omong kosong.
Lantas, bagaimana kondisi sebenarnya? Menurut BMKG, cuaca di wilayah Jabodetabek pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026 diprediksi akan berawan. Bahkan, bisa jadi berawan tebal. Jadi, ancaman badai besar seperti yang diisukan itu tidak ada.
Jadi, sudah jelas kan? Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi. Jangan mudah termakan berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang beredar lewat pesan berantai.
Artikel Terkait
Wamenkominfo: AI Kunci Genjot Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian
Letnan Jepang Bertahan di Hutan Filipina 29 Tahun Usai Perang Dunia II
Bareskrim Lacak Aset Tersangka Penipuan Dana Syariah Rp2,4 Triliun
Ketua PDIP Jatim Soroti Peregukan Basis NU dan Ancaman Budaya Palsu di Era Digital