Suasana di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, hari ini tampak berbeda dari bayangan sebelumnya. Unsur buruh memang berkumpul untuk menyuarakan aspirasi, tapi kerumunan yang terlihat tidaklah begitu padat. Jumlah massa yang turun ke jalan ternyata jauh dari prediksi puluhan ribu.
Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, kondisi itu memang disengaja. Buruh, katanya, sengaja menahan diri sambil menunggu sinyal baik dari pemerintah untuk duduk berunding.
ujar Said Iqbal kepada para wartawan di lokasi aksi, Senin (29/12/2025).
Di sisi lain, nuansa kekecewaan juga terasa. Said Iqbal mengungkapkan bahwa para buruh merasa kecewa karena tak bisa menyampaikan aspirasi langsung di depan Istana Merdeka. Baginya, istana bukanlah tempat yang sakral dan terlarang bagi rakyat.
tegasnya.
Artikel Terkait
Jepang dan Indonesia Pererat Kemitraan Strategis di Bidang Ekonomi, Keamanan, dan Energi
Indonesia Desak PBB Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Kemnaker Tegaskan Aturan Kerja di Hari Libur dan Hak Upah Lembur Pekerja
Netanyahu Tegaskan Perang dengan Iran Berlanjut, Abaikan Sinyal Damai dari Teheran