Dia mendesak agar kapasitas produksi ditingkatkan secara menyeluruh. Tujuannya jelas, yaitu memenuhi permintaan dari angkatan bersenjata mereka. Tak cuma itu, pembangunan pabrik amunisi baru juga diperintahkan.
Hubungan hangat dengan Moskva tampaknya menjadi faktor pendorong. Sejak invasi Rusia ke Ukraina empat tahun lalu, kedekatan Pyongyang dan Moskva makin nyata. Korea Utara diketahui telah mengirimkan pasukan, peluru artileri, hingga rudal dan sistem roket jarak jauh untuk mendukung perang Rusia.
Lalu, apa imbalannya? Menurut analis, Rusia membalas dengan bantuan keuangan, transfer teknologi militer, serta pasokan makanan dan energi. Washington sendiri sudah menunjukkan bukti bahwa dukungan Rusia terhadap Korut terus meningkat.
AS menuding, bantuan itu mencakup teknologi ruang angkasa dan satelit canggih sebuah transaksi yang berbahaya. Pasalnya, teknologi dasar untuk meluncurkan satelit dan rudal balistik antarbenua (ICBM) itu sangat mirip. Dengan kata lain, kerja sama ini memberi lompatan kemampuan yang signifikan bagi Korea Utara.
Artikel Terkait
Kapten Idzes: Laga Lawan Bulgaria Ujian Nyata untuk Timnas Indonesia
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Resmi ke Jepang, Akan Temui Kaisar Naruhito
Arab Saudi Tembak Jatuh 10 Drone di Tengah Eskalasi Konflik Regional
Trader Ritel Indonesia Sering Terjebak Bereaksi Berita Geopolitik di Pasar Forex