Cerita lengkapnya begini. Semua terjadi pada 5 Juli sore, sekitar pukul setengah enam. Quztaza dan beberapa temannya naik bus tingkat SMRT nomor 190 dari Bukit Panjang. Di atas, mereka minum soju dari botol.
Perjalanan berlanjut sampai sekitar satu jam kemudian. Mereka hendak turun di halte dekat The Heeren, Orchard Road. Nah, di sinilah masalah mulai.
Di puncak tangga menuju pintu keluar, jalan mereka terhalang sepasang suami-istri, Lim Phang Kai dan istrinya. Kata-kata kasar pun meluncur antara Quztaza dan Lim. Akhirnya, Quztaza-lah yang turun lebih dulu.
Lim dan istrinya kemudian naik ke dek atas dan duduk. Sang istri mengambil posisi dekat jendela.
Tak lama, bus berhenti di lampu merah. Dari trotoar, Quztaza dan temannya berjalan melewati bus itu. Mungkin masih kesal, ia lalu mengambil botol soju kosong dan melemparkannya. Sasarannya? Lim yang dilihatnya duduk di atas. Tapi nasib berkata lain, botol itu justru menghantam istri Lim.
Sekarang, ia harus menjalani konsekuensinya di balik jeruji.
Artikel Terkait
Ekonom Sarankan Alihkan Subsidi BBM untuk Percepatan Elektrifikasi Hadapi Risiko Geopolitik
Kerangka Manusia Ditemukan di Perkebunan Lereng Muria, Identitas Masih Misterius
Komisi Eropa Salurkan Bantuan Tambahan 2 Juta Euro untuk Krisis Kuba
Komnas HAM Siap Panggil Empat Oknum TNI Tersangka Kasus Penyiraian Andrie Yunus