Gubernur Jakarta, Pramono Anung, punya pesan jelas: waktunya bersiap. Suatu hari nanti, status ibu kota negara ini bisa saja pindah. Lalu apa yang terjadi dengan Jakarta?
Menurut Pram begitu ia biasa disapa itu justru jadi momentum. "Kalau Jakarta tak lagi jadi ibu kota, kita harus naikkan standar. Benchmark-nya harus setara kota-kota besar dunia," ujarnya.
Ia tak sekadar bicara. Saat ini, posisi Jakarta ada di peringkat 71 dalam Global Cities Index. Targetnya ambisius: masuk 50 besar pada 2030. Bukan perkara mudah, tentu saja.
Di sisi lain, banyak PR menumpuk. Untuk meraih target itu, sejumlah sektor krusial butuh perhatian serius. Angka kemiskinan harus ditekan. Lalu, infrastruktur, pendidikan, transportasi, dan pariwisata juga perlu sentuhan signifikan. Semuanya saling terkait.
Lantas, bagaimana strategi konkretnya? Pramono Anung punya sejumlah langkah. Simak langsung penjelasannya.
Artikel Terkait
Kebakaran Gudang di Kalideres, 19 Unit Damkar Dikerahkan Padamkan Api
Pria di Jakbar Curi HP dan iPad Teman Kencan yang Baru Dikenal dari Aplikasi Pertemanan
Ribuan Mahasiswa UI Bertahan di Jalan Sudirman, Polisi Pasang Barikade Halau Aksi ke Bundaran HI
Pengusaha Rugi Rp218 Miliar Akibat Dana Talangan Program Makan Bergizi Gratis yang Tak Kunjung Direalisasi