Kalau liburan tiba, Puncak Bogor selalu ramai. Biasanya, untuk mengurai kemacetan parah, sistem ganjil-genap langsung diterapkan. Tapi tahun ini, khusus untuk momen Natal dan Tahun Baru, aturan itu tak akan diberlakukan.
Keputusan itu bukan datang tiba-tiba. Semuanya hasil rapat koordinasi lintas sektor yang sudah digelar sebelumnya.
“Nggak ada ganjil-genap. Kita, berhubung hasil rakorlinsek, untuk gage nggak kita laksanakan selama Nataru,” jelas Iptu Ardian Novianto dari Satlantas Polres Bogor.
Jadi, pengendara bisa lega dulu soal aturan plat nomor itu. Meski begitu, bukan berarti lalu lintas akan dibiarkan begitu saja. Polisi punya senjata lain: sistem satu arah atau one way.
Skenarionya fleksibel, bergantung pada kepadatan. Begitu data dari Exit Tol Ciawi dan pantauan BPTJ menunjukkan lonjakan kendaraan menuju Puncak katakanlah sekitar 2.000 unit di atas normal maka sistem satu arah langsung diaktifkan. “Langsung kita one way-kan,” beber Ardian.
Penerapannya situasional, tapi ada polanya. Biasanya, arus menuju Puncak diatur one way di pagi hari. Sebaliknya, siang hari giliran arus turun ke Jakarta yang dibuat satu arah.
Yang pasti, kesiapan ini berlangsung tiap hari sepanjang Operasi Lilin 2025. Personel sudah siaga di lapangan, siap mengatur arus kapan saja diperlukan.
“Setiap hari selama masa operasi itu yang kita siapkan. Personel cukup, datanya kita punya. Itu yang jadi dasar pertimbangan,” pungkasnya.
Jadi intinya, meski ganjil-genap libur musim ini, perjalanan ke Puncak tetap harus waspada. Kemacetan masih mungkin terjadi, dan sistem satu arah bisa diterapkan sewaktu-waktu jika jalanan sudah terlalu padat.
Artikel Terkait
26 Pejabat dari Tiga Cabang Kekuasaan Diduga Terlibat Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Rabu, 10 Juni 2026
Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu di Bogor, Pemilik Anjing Jadi Tersangka
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen, Respons Tekanan Rupiah Akibat Ketidakpastian Global