Tak cuma itu, pihak kepolisian juga akan memeriksa ada tidaknya pengaruh zat terlarang. "Nanti terhadap driver, sopirnya juga kita sedang kita tes untuk urine. Kita tes apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau kandungan zat yang dilarang lainnya," jelas Ribut lebih lanjut.
Kejadian mengerikan ini berlangsung dini hari, tepatnya pukul 00.45 WIB. Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang, mengonfirmasi waktu kejadian. Evakuasi korban pun langsung dilakukan oleh tim gabungan, dengan Basarnas Kota Semarang mengambil peran utama.
Data terakhir menyebut, bus itu mengangkut 34 orang. Enam belas di antaranya meninggal dunia. Sisanya, 18 penumpang, berhasil selamat meski harus melalui malam yang sungguh mengerikan.
Artikel Terkait
Gus Salam Desak Negara Kuasai SDA Strategis dan NU Segera Berbenah
Surabaya Gelar Festival Industri dan Tenaga Kerja untuk Dongkrak Ekspor dan Serap Pengangguran
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga Empat Meter, Berlaku hingga 1 April
Rano Karno Ungkap Rencana Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII