Jadi, fokusnya jelas: mengembalikan segala sesuatu pada tempatnya. Trotoar untuk pejalan kaki, saluran air untuk mengalirkan air, dan badan jalan untuk kendaraan agar tak macet.
"Jadi yang kita tertibkan hari ini adalah yang melanggar trotoar jalan, kita fungsikan seperti semula. Kemudian kali, kali kita fungsikan semula, kemudian nanti ada beberapa yang membuat kemacetan kita tertibkan juga," tambahnya.
Bangunan-bangunan itu sebelumnya banyak dimanfaatkan untuk warung kecil. Meski terlihat sepele, pelanggaran tetaplah pelanggaran. Dede menegaskan komitmen pemkot untuk terus bersih-bersih.
"Ya, pasti kita akan tertibkan bangunan-bangunan yang melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Depok, kita tertibkan semuanya. Nanti tahun depan kita terus lanjut untuk menertibkan," tutupnya.
Di lapangan, prosesnya berlangsung cukup cepat didukung ekskavator. Warga sekitar banyak yang menyaksikan, ada yang sekadar penasaran, ada pula yang sibuk mengemasi barang-barang dari warung mereka sebelum bangunan rata dengan tanah. Arus lalu lintas sempat tersendat sedikit, tapi polisi yang berjaga berhasil mengaturnya agar pembongkaran bisa berjalan lancar.
Artikel Terkait
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Serang Pembangkit Listriknya
Macet Parah H+2 Lebaran, Arus Kendaraan ke Puncak Naik 35%
Puncak Arus Balik Lebaran 2026, KAI Daop 1 Jakarta Catat 51.000 Penumpang Tiba per Hari
Pemerintah Rencanakan Aturan Kerja dari Rumah Satu Hari Seminggu Usai Lebaran