Warga Tuban Pulang ke Rumah, Malah Jumpai Jenazah Dirinya Sendiri

- Senin, 22 Desember 2025 | 11:25 WIB
Warga Tuban Pulang ke Rumah, Malah Jumpai Jenazah Dirinya Sendiri

Suara dari pengeras masjid itu menggema di udara siang Desa Jambean Wangi, Tuban. Nama yang disebut membuat Samuji (65), yang sedang asyik mencari rumput di sawah, langsung membeku. "Samuji... meninggal dunia." Kalimat itu diulang. Panik, lelaki itu langsung melemparkan sabitnya dan bergegas pulang, debu terbang di belakang langkahnya yang tergopoh-gopoh.

Yang ia temui di rumah sungguh di luar dugaan. Halaman sudah dipenuhi tetangga yang berwajah pilu, bersiap untuk takziah. Lebih mengejutkan lagi, di tengah rumah terbaring sebuah jenazah yang sudah dikafani, siap dimakamkan. Semua orang percaya itu adalah dirinya. Samuji yang masih hidup dan sehat itu pun hanya bisa tertegun, mencoba memproses kekacauan yang terjadi.

“Saya dengar namanya disebut dari masjid, ya langsung lari pulang,” ujar Samuji, masih terbata-bata.

Kehadirannya yang tiba-tiba tentu saja membuat suasana jadi geger. Duka yang sempat menyelimuti seketika berubah jadi keheranan campur lega. Tapi, pertanyaan besar langsung mengemuka: kalau bukan Samuji, lalu jenazah siapa yang sudah dibawa ke rumahnya ini?

Menurut Kapolsek Jatirogo, Iptu Arif Nugroho, kekeliruan ini berawal dari penemuan mayat di sebuah sawah hari itu. Saat polisi tiba, situasi di lokasi sudah ramai dan simpang siur.

“Kami datang di TKP ternyata sudah banyak warga. Ada sedikit perdebatan,” cerita Arif.

“Sebagian warga bersikukuh itu warga sini, Samuji namanya. Tapi sebagian lagi bilang bukan. Sayangnya, yang meyakini itu Samuji lebih cepat bertindak.”

Mereka, tanpa konfirmasi lebih detail, langsung menghubungi keluarga Samuji. Bahkan, kabar duka itu langsung disiarkan lewat pengeras suara masjid, memicu kerumunan warga yang semakin banyak. Istri Samuji yang mendengar kabar burung itu pun langsung berlari ke sawah. Tapi karena shock dan sedih, ia tak sanggup memastikan wajah jenazah yang ditemukan.

“Warga di TKP saya minta periksa lagi, tapi nggak ada yang berani. Bahkan istri Samuji datang ke sawah juga nggak ngecek itu suami atau bukan karena terus nangis,” imbuh Arif.

Alhasil, jenazah yang diyakini sebagai Samuji itu pun dibawa ke rumah duka. Prosesi duka pun sudah mulai berlangsung. Semua terjadi begitu cepat.

Tak lama setelah Samuji muncul dan membuyarkan semua anggapan, datanglah keluarga yang sebenarnya. Jenazah itu ternyata adalah Pardi, warga dari desa tetangga. Keluarganya datang untuk menjemput.

“Pak Samuji tiba di rumahnya, jenazah Pak Pardi masih di dalam rumah. Tapi nggak lama keluarga Pak Pardi datang untuk mengambilnya,” tutur Arif.

Polisi menyimpulkan kekeliruan ini terjadi karena kemiripan wajah dan usia yang tak jauh beda antara almarhum Pardi dan Samuji. Di tengah emosi dan kepanikan, identitas pun tertukar. Sebuah kesalahan yang memicu drama pilu sekaligus mengharukan di sebuah siang di Tuban.

Komentar