Charles Honoris Soroti Program Makan Bergizi di Masa Libur: Jangan Cuma Habiskan Anggaran

- Senin, 22 Desember 2025 | 11:10 WIB
Charles Honoris Soroti Program Makan Bergizi di Masa Libur: Jangan Cuma Habiskan Anggaran

Libur sekolah akhir tahun sudah di depan mata. Tapi program Makan Bergizi Gratis (MBG) rencananya tetap jalan dari Desember nanti hingga awal Januari 2026. Nah, soal ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris angkat bicara. Ia punya usulan lain untuk anggaran yang dipakai selama masa libur itu.

Menurut Charles, dana tersebut sebaiknya dialihkan untuk hal-hal yang lebih mendesak. Misalnya, menolong korban bencana.

"Alih-alih memaksakan program di masa yang kurang relevan, bukankah lebih bijak bila anggaran tersebut dialihkan untuk merespons kebutuhan mendesak lainnya?"

"Misalnya, membantu korban bencana di Sumatera atau memperkuat fasilitas kesehatan dan pemulihan gizi di daerah terdampak stunting akut," sambungnya saat berbincang dengan wartawan, Senin (22/12) lalu.

Memang, Charles menghargai niat pemerintah menjaga program ini tetap berlanjut. Namun begitu, ia menilai penyalurannya saat libur sekolah kurang efektif. Pasalnya, ekosistem belajarnya sedang tak berjalan.

Yang jadi persoalan lain adalah jenis makanannya. Dari laporan lapangan, banyak yang dibagikan justru produk kemasan atau makanan ultra processed. Padahal, tujuan utamanya kan memperbaiki gizi anak.

"Maka, bila yang disalurkan adalah makanan olahan yang rendah kandungan gizi, efektivitas program ini patut dipertanyakan," tegasnya.

Di sisi lain, saat libur, peran orang tua justru lebih besar. Waktu mereka lebih banyak untuk menyiapkan makanan bergizi di rumah. Jadi, menurut politikus itu, memaksakan penyaluran MBG saat libur hanya demi menghabiskan anggaran adalah langkah yang keliru.

"Kita perlu jujur: jangan sampai program ini dipaksakan hanya demi menghabiskan anggaran di akhir tahun. Kegiatan publik seperti ini harus berorientasi pada manfaat nyata, bukan pada serapan belanja,"

"Saya berharap pemerintah bisa benar-benar meninjau kembali pelaksanaan MBG di masa libur, demi memastikan program ini tetap berjalan sesuai dengan tujuannya," imbuh Charles.

Lalu, bagaimana skema penyalurannya nanti? Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut ada sejumlah alternatif yang disiapkan.

"Untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita seperti biasa. Untuk Anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah," jelas Dadan, Minggu (21/12).

Di awal libur, siswa akan dapat menu siap santap seperti telur, buah, atau susu untuk maksimal empat hari. Setelah itu?

"Untuk sisa hari, jika siswa bersedia datang ke sekolah dibagikan ke sekolah, jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,"

"Kita sedang rancang sistem delivery setelah 4 hari libur," tambahnya.

Jadi, skemanya memang masih akan disesuaikan. Tinggal nanti pelaksanaannya di lapangan seperti apa. Yang jelas, perdebatan soal efektivitas dan prioritas anggaran ini masih akan terus bergulir.

Komentar