"Kami punya komitmen kuat untuk bantu masyarakat atasi kesulitan air bersih," tegasnya.
Pernyataan itu ia sampaikan bukan di ruang rapat yang nyaman, melainkan di lokasi bencana. Ia meninjau langsung bersama sejumlah pejabat. Hadir pula Bupati Padang Pariaman, perwakilan dari Balai Wilayah Sungai V, Plt. Kepala BPBD, dan Wakil Menteri PUPR.
Kerja sama dengan BWS V pun digeber. Semua sarana pendukung sudah disiapkan tandon air, rangka, pompa, semuanya. Nantinya, pembangunan sumur bor akan dilaksanakan oleh BWS. Gatot berharap program ini bisa memberi manfaat jangka panjang. Agar kebutuhan air bersih warga bisa terpenuhi secara berkelanjutan, tidak cuma saat ini saja.
"Melalui upaya ini, kami targetkan pembangunan 150 titik penyediaan air bersih," jelas Gatot.
Lokasinya akan dipusatkan di daerah-daerah yang paling parah terdampak. Sebut saja Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, lalu Kota Padang Panjang. Juga mencakup Kabupaten Agam dan Kota Solok. Ratusan titik sumur bor itulah yang diharapkan bisa menjadi solusi atas kesulitan air bersih yang selama ini dirasakan warga.
Artikel Terkait
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Serang Pembangkit Listriknya
Macet Parah H+2 Lebaran, Arus Kendaraan ke Puncak Naik 35%
Puncak Arus Balik Lebaran 2026, KAI Daop 1 Jakarta Catat 51.000 Penumpang Tiba per Hari
Pemerintah Rencanakan Aturan Kerja dari Rumah Satu Hari Seminggu Usai Lebaran