“Dan kemudian yang rusak berat dan hilang itu tanggung jawab negara untuk kita membangunkan,”
katanya, menegaskan skema gotong royong akan diterapkan.
Untuk Sibolga, pembangunan huntap ini akan berjalan bertahap. Tahap awal menargetkan 200 unit hunian. Tito juga tak lupa mengapresiasi respons cepat Pemkot Sibolga dan DPRD setempat. Mereka dianggap sangat kooperatif, mulai dari menyediakan lahan aset daerah hingga mempercepat proses persetujuan administratif.
“Saya sampaikan terima kasih kepada Ketua dan seluruh anggota DPRD yang bekerja sangat cepat sekali,”
pungkasnya.
Acara peletakan batu pertama itu bukan sekadar seremoni. Itu adalah penanda dimulainya harapan baru bagi keluarga yang kehilangan atap. Program ini merupakan bagian dari upaya besar yang dikoordinasi Kementerian PKP, dengan target awal membangun sekitar 2.600 unit huntap yang tersebar di Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat.
Hadir dalam momen tersebut, Wakil Gubernur Sumut Surya, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, serta tentu saja, warga yang akan menerima manfaat langsung dari pembangunan ini.
Artikel Terkait
Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis
MAKI Pertanyakan Perbedaan Perlakuan KPK pada Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe
Dua Prajurit Marinir Gugur Disergap Kelompok Bersenjata di Maybrat
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dari Puncak ke Jakarta, Arus Naik Padat