Merespon bocoran itu, Ketua PBNU Prof Moh Mukri angkat bicara. Ia menegaskan dengan jelas bahwa forum Lirboyo adalah forum kultural. Artinya, hasil pembahasannya tak bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan resmi di tubuh PBNU.
Di sisi lain, Mukri tetap menyatakan penghormatan pada pertemuan para kiai itu. Hanya saja, ia mengingatkan bahwa NU punya mekanisme organisasi yang sudah baku. Aturannya jelas, tegas, dan berjenjang untuk hal-hal strategis.
Penegasan terakhirnya tegas: PBNU akan tetap berpegang pada AD/ART NU sebagai kompas utama menghadapi dinamika apa pun. Bagi Mukri, di sanalah marwah organisasi ini dijaga.
“Semua harus kembali ke mekanisme organisasi. Di situlah marwah NU dijaga,” pungkasnya.
Artikel Terkait
KPK Tegaskan Perubahan Status Tahanan Gus Yaqut Sesuai Prosedur dan Sampaikan Maaf
Legislator Gerindra Kunjungi Koperasi Prioritas Prabowo di Sidoarjo, Dorong Optimalisasi
Anggota DPR Tinjau Koperasi Program Prioritas Prabowo di Sidoarjo
Kuasa Hukum Jap Ferry Sanjaya Bantah Unsur Pidana dalam Kasus Plaza Klaten