Rajdhani Express Tergelincir Usai Tabrakan Maut dengan Kawanan Gajah di Assam

- Minggu, 21 Desember 2025 | 07:40 WIB
Rajdhani Express Tergelincir Usai Tabrakan Maut dengan Kawanan Gajah di Assam

Sabtu malam di Assam berubah menjadi malam yang kelam. Sebuah kereta penumpang berkecepatan tinggi, Rajdhani Express, menabrak sekawanan gajah Asia liar yang sedang menyeberangi rel. Tujuh ekor gajah dilaporkan tewas dalam insiden tragis itu.

Menurut juru bicara Kereta Api India, Kapinjal Kishore Sharma, masinis sempat melihat puluhan bayangan besar sekitar seratus ekor gajah dan langsung menarik rem darurat. Tapi, sudah terlambat. Kereta itu masih menghantam beberapa hewan malang tersebut.

Dampaknya cukup keras. Lima gerbong plus mesin lokomotif tergelincir dari rel. Untungnya, tidak ada penumpang yang menjadi korban jiwa. "Kami melepaskan gerbong-gerbong yang tidak tergelincir, dan kereta melanjutkan perjalanannya menuju New Delhi," jelas Sharma.

Dia menambahkan, "Sekitar 200 penumpang yang berada di lima gerbong yang tergelincir telah dipindahkan ke Guwahati dengan kereta yang berbeda."

Kejadian ini terjadi di sebuah kawasan hutan, sekitar 125 kilometer tenggara Guwahati. Jalur kereta di Assam memang sering dilintasi gajah, tapi pihak kereta api menyebut lokasi kejadian bukan termasuk koridor resmi satwa tersebut. Namun begitu, fakta di lapangan seringkali berbeda.

Kereta itu sendiri sedang dalam perjalanan dari Sairang, Mizoram, menuju New Delhi dengan membawa 650 penumpang. Setelah tabrakan, tim dokter hewan segera melakukan autopsi. Jenazah gajah-gajah itu lalu dikuburkan di hari yang sama.

Ini bukan kali pertama. Tabrakan kereta cepat dengan gajah liar sudah kerap terjadi di Assam, yang menjadi rumah bagi hampir 7.000 gajah Asia. Sejak 2020 saja, setidaknya sudah selusin gajah tewas dengan cara yang sama. Konflik ini makin sering terjadi saat musim panen, ketika gajah-gajah liar keluar dari hutan dan menyusup ke area pertanian dan terkadang, tanpa sengaja, bertemu dengan jalur kereta yang membelah lanskap rumah mereka.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar