"Inilah marwah kita sebagai kader PDI Perjuangan."
Memang, sejarah perjuangan PDIP Jatim itu panjang, dimulai sejak era PDI dulu. Dari sanalah terbentuk ikatan emosional dan budaya organisasi yang kuat. Tak heran, partai ini dikenal dengan mekanisme pertanggungjawaban yang ketat mulai dari program, aset, sampai urusan keuangan. Nah, melalui Konferda dan Konfercab inilah Said berharap bisa mengevaluasi kinerja pengurus di tingkat DPD dan DPC. Sekaligus, tentu saja, mengukuhkan program-program partai dari pusat hingga ke akar rumput secara demokratis.
"Kita optimis program PDI Perjuangan Jawa Timur mampu menjawab permasalahan struktural yang dihadapi rakyat," ujarnya penuh keyakinan.
Agendanya nggak cuma internal. Konferensi ini juga jadi ruang untuk menyuarakan sikap politik partai terhadap isu-isu strategis. Isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan masa depan rakyat Jawa Timur ke depan.
Said menutup dengan semangat gotong royong yang kental. "Sikap politik wajib kita perjuangkan dan laksanakan bersama seluruh kader secara bergotong royong," pungkasnya. Sebuah penegasan bahwa jalan terbaik adalah berjalan beriringan.
Artikel Terkait
Iran Tuntut Perundingan Empat Mata dengan AS, Tolak Format Multilateral
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan IPO Bermasalah
Pemerintah Siapkan Makanan Bergizi Gratis untuk Lansia 75 Tahun ke Atas yang Hidup Sendiri
Gugatan Praperadilan Paulus Tannos Ditolak, Hakim Sebut Penangkapan di Singapura Bukan Wewenang KPK