Hingga akhirnya, Kamis kemarin, ada perkembangan yang mengejutkan.
Kepolisian Providence mengumumkan bahwa seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan massal itu ditemukan sudah tak bernyawa. Tampaknya, dia memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Jadi, setelah berhari-hari membayangi komunitas kampus itu, teror itu berakhir dengan cara yang tragis. Pelaku bunuh diri. Meski begitu, bagi keluarga korban dan seluruh warga Brown, luka ini tentu butuh waktu sangat lama untuk sembuh. Kampus yang bergengsi itu kini harus berhadapan dengan kenangan kelam yang tak mudah dilupakan.
Artikel Terkait
Masjid At-Thohir di Los Angeles Jadi Pusat Ibadah dan Perekat Diaspora Indonesia
Mantan Menag Yaqut Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Tunggu Keputusan Kembali ke Rutan
Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun
Arus Balik Mudik Mulai Padati Jalan Alternatif Cibubur