Pagi ini, kereta Bandara Soekarno-Hatta tertabrak sebuah mobil. Lokasinya di petak jalan antara Stasiun Poris dan Kalideres. Gara-gara kejadian itu, jadwal KRL dan KA Bandara langsung kacau. Banyak perjalanan yang akhirnya terpaksa dibatalkan.
Lewat akun X resminya, KAI Commuter mengonfirmasi insiden ini pada Jumat (19/12/2025). Mereka langsung memberlakukan rekayasa pola operasi untuk mengatasi kekacauan yang terjadi. Rupanya, bukan cuma kereta Bandara yang kena imbas. Layanan KRL Tangerang juga ikut terdampak.
Leza Arlan, Manajer Humas KAI Commuter Indonesia (KCI), kemudian merilis daftar lengkap perubahan operasi. Berikut penyesuaian yang diberlakukan:
1. Commuter Line Basoetta No. 811A, Basoetta-Manggarai, hanya beroperasi dari Batu Ceper ke Rawa Buaya. 2. Commuter Line No. 1921A, Tangerang-Duri, juga dialihkan ke rute Batu Ceper - Rawa Buaya. 3. Perjalanan Commuter Line Basoetta No. 815A ke Manggarai pun mengikuti pola yang sama. 4. Begitu pula dengan Commuter Line No. 1923A dari Tangerang ke Duri. 5. Sayangnya, nasib berbeda menimpa sejumlah perjalanan lain. Commuter Line Basoetta No.829A-830A (Manggarai-Duri-Basoetta) terpaksa dibatalkan. 6. Demikian juga dengan Commuter Line Basoetta No.831A-832A. 7. Sektor Tangerang tak luput dari pembatalan. Commuter Line Tangerang No.1929A (Tangerang - Duri) batal beroperasi. 8. Perjalanan balikannya, No.1930A (Duri - Tangerang), ikut terkena imbas. 9. Hingga nomor 1934A, daftar pembatalan untuk rute Tangerang-Duri dan sebaliknya terus berlanjut. 10. Ada juga yang hanya bisa beroperasi sebagian. Commuter Line Tangerang No.1919A hanya sampai Stasiun Rawabuntu, lalu kembali sebagai perjalanan No.1920 menuju Tangerang.
Menurut sejumlah saksi, berita awal soal tabrakan ini sudah beredar sejak pukul 07.21 WIB pagi tadi. Kini, kereta Bandara yang tertabrak itu sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
"Info lanjut proses evakuasi KA 807A-815A (Bandara Soekarno-Hatta-Duri-Manggarai) telah selesai,"
begitu bunyi update terbaru dari akun X KAI Commuter sekitar pukul 08.55 WIB.
Meski evakuasi selesai, efeknya masih terasa. Jalur KRL Tangerang sempat hanya bisa dilalui satu jalur secara bergantian. Saat ini, meski perjalanan di lintas Poris-Kalideres sudah bisa dilintasi lagi, kereta harus melaju dengan kecepatan sangat terbatas. Alasannya, petugas masih melakukan proses penguraian kepadatan di sekitar lokasi.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya,"
tutur pernyataan resmi mereka.
Di sisi lain, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. AKP Joko Siswanto, Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat, mengaku timnya masih menangani lokasi kejadian. Ia belum bisa memberikan rincian lebih lanjut soal kronologi atau apakah ada korban dalam insiden tersebut.
"Mohon waktu masih dalam penanganan petugas,"
kata Joko singkat saat dihubungi terpisah.
Artikel Terkait
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kasus PRT Anak Lompat dari Kos Majikan di Bendungan Hilir
Mahfud MD: Rekomendasi KPRP Dorong Polri Bertransformasi Menjadi Polisi Sipil
Kakorlantas Ajak Pengemudi Ojol Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
BPOM Terbitkan Aturan Baru Pengelolaan Dana BOK POM untuk Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Daerah