Semua staf yang ditahan merupakan warga Yaman, menurut penjelasan PBB.
Penangkapan terbaru ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang berjalan alot. Hanya beberapa hari sebelumnya, Guterres baru saja membahas persoalan penahanan ini dengan Sultan Oman, Haitham bin Tariq. Oman sendiri dikenal sebagai mediator kunci dalam konflik Yaman yang ruwet ini.
Bahkan, pekan lalu Sekjen PBB sudah menyuarakan keprihatinan mendalam. Beberapa karyawan yang ditangkap ternyata sudah dibawa ke pengadilan khusus Houthi. Guterres mendesak kelompok itu untuk membatalkan keputusan tersebut dan segera melepaskan semua tahanan.
Sayangnya, desakan itu sepertinya belum digubris. Situasinya tetap mencekam di Sanaa.
Artikel Terkait
Mobil Terbalik di Depan LP Cipinang, Tidak Ada Korban Jiwa
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Harta di Balik Mutilasi Perempuan Samarinda
Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Lebanon Selatan, Presiden Aoun Peringatkan Ancaman Invasi
Buka Tutup Akses MBZ Diterapkan Lagi Atasi Kemacetan Mudik