Semua staf yang ditahan merupakan warga Yaman, menurut penjelasan PBB.
Penangkapan terbaru ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang berjalan alot. Hanya beberapa hari sebelumnya, Guterres baru saja membahas persoalan penahanan ini dengan Sultan Oman, Haitham bin Tariq. Oman sendiri dikenal sebagai mediator kunci dalam konflik Yaman yang ruwet ini.
Bahkan, pekan lalu Sekjen PBB sudah menyuarakan keprihatinan mendalam. Beberapa karyawan yang ditangkap ternyata sudah dibawa ke pengadilan khusus Houthi. Guterres mendesak kelompok itu untuk membatalkan keputusan tersebut dan segera melepaskan semua tahanan.
Sayangnya, desakan itu sepertinya belum digubris. Situasinya tetap mencekam di Sanaa.
Artikel Terkait
Direktur BUMN Warga Asing Juga Wajib Lapor Harta ke KPK
Mantan Menteri Kehakiman China Divonis Seumur Hidup Atas Suap Rp 330 Miliar
Pendaftaran SNBP 2026 Dibuka, Siswa Berebut Kuota Lewat Jalur Prestasi
Puluhan Sekolah di Aceh Kembali Berdiri, Jawab Luka Pasca Bencana