"Kita buat ini maksudnya supaya generasi penerus sadar takdirnya, sebagai bangsa yang besar," tutur Hendropriyono dengan serius.
Lalu ia bercerita, "Kakek saya sejak 1901 langganan majalah, tidak ada yang menunjukkan Indonesia bangsa yang besar. Jangankan barang-barang ini, ingatan kita saja bisa hilang. Itu fakta sejarah yang harus kita gali."
Pertemuan dua jenderal ini juga diwarnai canda. Hendropriyono yang pernah memimpin Kodam Jaya pada 1993-1994 mengaku sudah lupa masa jabatannya. "Saya sudah lupa kapan jadi Pangdam Jaya. Anak saya ada yang sudah punya cucu," selorohnya, mencairkan tawa.
Sebagai tanda mata, Hendropriyono menyerahkan sebuah miniatur kapal pinisi. Sementara dari sisi tamu, Mayjen Deddy Suryadi yang juga mantan Danjen Kopassus menyambutnya dengan album kenangan. Isinya? Foto-foto dokumentasi saat Hendropriyono masih aktif menjabat sebagai Pangdam Jaya dulu.
Artikel Terkait
Tanah Bergerak di Tegal, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak
Demokrat Pilih Kawal Pemerintahan Prabowo, Tunda Sikap soal Wacana Dua Periode
Sepucuk Surat untuk Mama: Bocah 10 Tahun di Ngada Gantung Diri Diduga karena Tak Dibeli Buku
Surat Pilu untuk Ibu: Tragedi Anak Ngada yang Tak Bisa Beli Alat Tulis