Dalam pidatonya, Rano sedikit bernostalgia. Dia mengulas pengalaman pribadinya membawa marching band Provinsi Banten ke kancah dunia. Cerita itu ia sampaikan bukan tanpa alasan.
“Pengalaman saya membawa sebuah provinsi pada tahun 2013 menjuarai sebuah kejuaraan marching band,” kenangnya. “Waktu itu mendapat piala presiden dan dengan itu kita diundang bisa bermain di Amsterdam, Belanda, dan mendapat gold medal di sana.”
Kesuksesan itu, menurutnya, harus jadi pelecut untuk Jakarta. Semangatnya terasa kental ketika ia melanjutkan kalimatnya.
“Bayangin sebuah provinsi kecil yang bernama Banten, bisa mengirim anak-anak ya sampai ke Amerika. Ini Jakarta, Jakarta harus lebih dari Banten,” lanjut Rano penuh keyakinan.
Harapannya jelas. Prestasi yang dulu ia raih bersama Banten, kini harus bisa dilampaui oleh ibu kota. Suasana malam itu seolah mengiyakan, dengan dentuman drum yang semakin bersemangat.
Artikel Terkait
Program Hutan Lestari Pertamina Hidupkan Kembali Ekonomi Warga di Lereng Gunung Agung
Puasa Syawal 2026: Jadwal dan Keutamaan Setara Puasa Setahun
Prabowo: Reformasi Polri Tak Selalui Bergantung pada Komite, Tapi Komitmen Mutlak
Sahroni: KPK Harus Perketat Pengawasan Tahanan Rumah Yaqut