Nada bicaranya kemudian berubah, lebih personal. Rupanya, Pramono punya ikatan emosional yang dalam dengan tempat ini. Masa-masa mudanya sebagai aktivis mewarnai kenangan di gedung tersebut.
"Tetapi sekali lagi saya secara pribadi mempunyai hubungan emosional dengan YLBHI karena ketika saya menjadi Ketua Dewan Mahasiswa ITB maupun menjadi aktivis pada waktu itu terus terang saya sering tidur di tempat ini. Sehingga demikian ini bagi saya seperti pulang ke rumah sendiri," tuturnya dengan nada hangat.
Di sisi lain, sejarah pemberian lahan ini juga diungkap oleh Pembina YLBHI, Todung Mulya Lubis. Menurutnya, awal mula pemberian tanah oleh Pemprov DKI terjadi jauh hari, tepatnya pada 1970 silam.
"Saya ingat tahun 1970 Mas Pram, kita ini dapat tanah ini dari Gubernur DKI Bang Ali Sadikin. Ada 3 NGO LSM yang dapat surat, saya baca suratnya, itu kepada LBH, PKBI, LP3S," kata Todung.
Jadi, penyerahan hari ini seperti mengukuhkan kembali komitmen yang sudah berlangsung puluhan tahun. Sebuah ikatan antara institusi negara dan lembaga masyarakat yang menjaga demokrasi.
Artikel Terkait
Megawati Bicara di Abu Dhabi: Gotong Royong Kunci Redam Konflik Horizontal
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Dilema Palsu antara Rumah dan Masyarakat
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Pilihan antara Rumah dan Masyarakat
PUI Apresiasi Sikap Tegas Prabowo Soal Palestina di Tengah Dinamika Global