Presiden Prabowo Dapat Laporan Mendesak soal Aceh saat Tinjau Bencana di Sumbar

- Kamis, 18 Desember 2025 | 13:55 WIB
Presiden Prabowo Dapat Laporan Mendesak soal Aceh saat Tinjau Bencana di Sumbar

Langit masih kelabu ketika Presiden Prabowo Subianto tiba di Sumatera Barat untuk meninjau langsung dampak bencana. Namun, di tengah kesibukan peninjauan itu, ada laporan mendesak yang masuk. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Kepala BNPB Letjen Suharyanto sempat memberikan update situasi langsung kepada Presiden.

Laporannya ternyata tak cuma soal Sumbar.

"Dalam perjalanan juga Bapak Presiden tadi mendapatkan laporan dari Kepala BNPB," kata Prasetyo di Lanud Sutan Sjahrir, Kamis (18/12/2025).

Ia menjelaskan, "Tidak hanya berkenaan dengan penanganan bencana di Sumatera Barat, tapi juga perkembangan penanganan banjir di Sumatera Utara maupun Provinsi Aceh."

Rupanya, kondisi di Aceh masih cukup parah. Menurut Prasetyo, banyak wilayah di sana yang masih terendam lumpur sisa banjir dan longsor. Situasi itulah yang mendorong permintaan bantuan tambahan.

"Kepala BNPB melaporkan dan meminta tambahan personel baik TNI maupun polisi, khususnya di beberapa wilayah di Aceh yang memang masih banyak tergenang lumpur," ujarnya.

Daerah seperti Aceh Tamiang dan Aceh Timur disebutkan masih memerlukan banyak tangan untuk membantu. Genangan lumpur yang luas membuat proses pemulihan berjalan lambat, sehingga kehadiran personel tambahan dinilai sangat krusial.

Peninjauan Presiden Prabowo di Sumbar sendiri cukup padat. Ia menyambangi tiga titik berbeda sepanjang hari itu. Kunjungan pertama adalah posko pengungsian di Palembayan, Kabupaten Agam, untuk bertemu dengan para pengungsi.

Selanjutnya, rombongan menuju Padang Pariaman guna mengecek pembangunan jembatan bailey di Mantuang. Terakhir, Presiden menyempatkan diri melihat proses perbaikan jalan akses vital di Lembah Anai, yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi.

Meski fokus pada penanganan di Sumbar, laporan dari Aceh itu jelas menyita perhatian. Ini menunjukkan betapa kompleksnya tantangan bencana yang melanda beberapa wilayah sekaligus, dan bagaimana keputusan harus diambil dengan cepat di tengah situasi yang terus bergerak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar