Di kesempatan terpisah, Kasatgas MBG Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, memaparkan strategi mereka.
"Kami manfaatkan jaringan Polres yang ada, seluruhnya 508 unit, untuk mempercepat pembangunan SPPG di mana-mana. Targetnya, tiap Polres bisa bikin minimal satu dapur, biar layanannya merata dan cepat," tegas Danang.
Ia menjelaskan, untuk mengawal semua ini, sudah dibentuk Gugus Tugas MBG yang bekerja secara berjenjang dari Mabes hingga Polres.
"Semua diatur supaya standarnya sama. Ada buku panduan, SOP yang ketat, pemeriksaan sebelum distribusi, plus tim pengawas mutu dari pusat sampai daerah," jelasnya panjang lebar.
Uniknya, program ini tak cuma soal isi perut. Polri juga berusaha menyelipkan muatan budaya.
"Lewat buku menu Nusantara, kami perkenalkan bahan pangan lokal sekaligus melestarikan kuliner khas daerah. Jadi ada edukasi gizi dan budaya di dalamnya," imbuhnya.
Di mata delegasi Prancis, skala dan tata kelola MBG di Indonesia termasuk yang paling ambisius di dunia. Mereka bahkan menyatakan siap terus mendukung, antara lain lewat kerja sama dengan World Food Programme (WFP) dan menempatkan ahli di Bappenas.
Artikel Terkait
Perundingan Nuklir AS-Iran Mendadak Pindah ke Oman
Gentengisasi: Dari Atap Rumah Hingga Kesehatan Bangsa
Subuh Mencekam di Cilandak, Angkot Jaklingko Tewaskan Pengendara Motor
Kapolri Kenang Pesan Terakhir Eyang Meri: Tolong Jaga Institusi Polri