Kabut pagi masih menyelimuti Palembayan ketika Presiden Prabowo Subianto tiba. Lokasinya di SD Negeri 05 Kayu Pasak, Agam, yang kini berfungsi sebagai posko pengungsian. Jam baru menunjukkan pukul sembilan pagi, Kamis (18/12/2025), tapi aktivitas di sana sudah ramai.
Langkahnya langsung menuju sebuah tenda besar yang diberi label ‘Rumah Belajar’. Dari dalam, terdengar suara riuh rendah anak-anak. Rupanya, di tengah situasi darurat ini, ada upaya untuk mengembalikan secercah normalitas bagi mereka.
Beberapa anak asyik mencorat-coret kertas gambar, yang lain sibuk mewarnai. Beberapa polwan dengan sabar mendampingi. Suasana itu berubah seketika ketika sosom Presiden muncul di pintu tenda.
Menyambutnya, puluhan suara cilik serempak menyanyikan sebuah lagu sederhana. Nadanya mungkin tak sempurna, tapi maknanya terasa sangat dalam di tengah reruntuhan yang mereka alami.
"Terima kasih bapak, terima kasih bapak, terima kasih kami ucapkan,"
Prabowo pun menyapa. Ia mendekat, membungkukkan badan, dan mulai mengobrol dengan beberapa anak yang sedang menggambar. Obrolannya ringan, bertanya tentang gambar mereka, tentang warna favorit. Sesekali ia juga berbincang singkat dengan para polwan yang siaga menjaga. Perbincangan itu tak berlangsung lama, karena masih banyak warga lain yang perlu disapanya di sudut-sudut posko yang lain.
Peninjauan ini tak dilakukan sendirian. Tampak sejumlah pejabat tinggi negara ikut dalam rombongan. Di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, hingga Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Mendagri Tito Karnavian dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga hadir. Dari unsur lokal, Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wagub Vasko Ruseimy turut mendampingi, bersama Andre Rosiade dari DPD Gerindra Sumbar.
Ini bukan kali pertama Prabowo datang ke Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, tepatnya pada awal Desember, ia sudah meninjau lokasi bencana banjir bandang di Padang Pariaman. Kunjungan kali ini seperti sebuah tindak lanjut, untuk memastikan bahwa bantuan dan perhatian terus mengalir bagi korban yang masih harus bertahan di pengungsian.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Kamis 7 Mei 2026: Subuh Pukul 04.44 Wita, Magrib Pukul 17.59 Wita
40 Rumah Sakit di Indonesia Kantongi Sertifikasi Syariah, Wamenkes Tegaskan Bersifat Inklusif
Menag: Borobudur Bukan Sekadar Warisan Budaya, Tapi Kitab Spiritual yang Hidup
Bajak Laut Somalia Gunakan Kapal Dhow UEA yang Dibajak sebagai Kapal Induk untuk Serang Kapal Lain