Istilah "flu" masih sering salah kaprah di masyarakat. Demam, batuk, pilek? Langsung disebut flu. Padahal, secara medis, maknanya lebih spesifik. Menurut Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Resp(K), dari Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, flu seharusnya hanya merujuk pada infeksi yang disebabkan oleh virus influenza.
"Kita itu masih sering menggunakan istilah flu dengan tidak tepat. Jadi misalnya demam, batuk, pilek, kenapa disebut flu? Padahal flu itu haruslah spesifik yang penyebabnya influenza,"
ujarnya dalam sebuah webinar belum lama ini.
Beda Flu dan Selesma: Jangan Sampai Tertukar
Nah, poin pentingnya begini. Kalau gejalanya ringan demam tak terlalu tinggi, batuk pilek biasa lalu membaik dengan sendirinya setelah istirahat, itu bukan flu. Kondisi seperti itu lebih tepat disebut selesma, atau dalam bahasa kedokteran, common cold. Gejalanya cenderung tak terlalu mengganggu rutinitas harian.
Di sisi lain, influenza jelas berbeda. Penyebabnya spesifik, yaitu virus influenza, dan gejalanya bisa jauh lebih parah. Bukan cuma demam tinggi, tapi juga menggigil, sakit kepala hebat, nyeri otot, sampai-sampai penderita benar-benar lemas dan tak bisa beraktivitas.
Artikel Terkait
Lebih dari Angpau: Menemukan Makna Baru dalam Tradisi Imlek
Aman atau Tidak? Panduan Lengkap Seks Saat Hamil di Tiap Trimester
Lebih dari Sekadar Uang: Kisah Legenda dan Makna Mendalam di Balik Tradisi Angpao
Clare Herdman: Sosok Pendiam di Balik Kesuksesan Pelatih Timnas Indonesia