Bayi 6 Bulan Tewas Dibanting Ayahnya di Ciputat, Diduga Dipicu Judi dan Miras

- Rabu, 17 Desember 2025 | 14:05 WIB
Bayi 6 Bulan Tewas Dibanting Ayahnya di Ciputat, Diduga Dipicu Judi dan Miras

Suasana di sebuah warung di Jombang, Ciputat, mendadak berubah jadi mencekam Minggu sore itu. Seorang ayah, berinisial IS, disebut-sebut membanting anak kandungnya sendiri yang masih berusia enam bulan. Bayi malang itu akhirnya meregang nyawa. Polisi kini telah menetapkan IS sebagai tersangka.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengungkapkan latar belakang pelaku yang suram. Menurut keterangan keluarga, IS ternyata punya kebiasaan buruk.

"Dari informasi kakak iparnya, pelaku sering konsumsi minuman keras dan terafiliasi dengan judi online," kata Bambang, Rabu (17/12/2025).

Kebiasaan mabuk dan main judol itu diduga kuat menggerus stabilitas emosinya. Akibatnya, hal-hal sepele bisa memicu luapan amarah yang tak terkendali. Polisi pun berencana memeriksa kondisi kejiwaan IS dan melakukan tes urine untuk memastikan ada tidaknya pengaruh zat tertentu.

"Karakter aslinya pendiam. Tapi karena hal-hal tadi, emosinya jadi tidak stabil. Hingga tega melakukan perbuatan keji," ujar Bambang menjelaskan.

Kasus mengerikan ini kini ditangani Unit PPA Polres Tangerang Selatan. IS sudah ditahan, menunggu proses hukum berikutnya.

Tangisan Bayi yang Berakhir Tragis

Semua berawal sekitar pukul lima sore di Jalan Betawi. IS sedang menggendong bayinya yang rewel dan tak henti menangis. Untuk menenangkan, ia menyuruh sang ibu menyiapkan susu.

Namun begitu, tangisan itu tak jua reda. Rasa kesal pelaku pun memuncak.

Dalam emosi yang meledak, pria 28 tahun itu kemudian melempar anak yang digendongnya ke arah lantai. Bukan cuma sekali, tapi dua kali. Benturan keras di bagian kepala bayi itu menyebabkan pendarahan hebat.

Korban langsung dilarikan. Sayangnya, nasib berkata lain.

"Dalam perjalanan ke rumah sakit, anak korban meninggal dunia karena pendarahan di kepala," jelas Bambang pada keterangan pers Senin (15/12).

Menyadari kejadian mengerikan itu, keluarga akhirnya mengambil langkah untuk melaporkannya ke polisi. Sebuah keputusan yang mengubah segalanya, mengungkap drama kelam di balik dinding rumah mereka.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar