Banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Aceh Tamiang tak hanya menyisakan duka. Dalam situasi kacau balau itu, muncul sebuah keputusan darurat dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mereka melepas sejumlah warga binaan dari lembaga pemasyarakatan yang terendam. Tujuannya jelas: menyelamatkan nyawa dari amukan air yang telah merenggut ribuan jiwa.
Namun, yang terjadi kemudian justru di luar dugaan. Alih-alih menghilang, banyak dari mereka malah terjun langsung membantu korban bencana.
Menteri Agus Andrianto mengaku mendapat laporan itu. Dalam rapat penutupan di sebuah hotel Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025), ia menyebut kontribusi mereka sangat berarti.
Ia bahkan meminta agar para warga binaan itu tidak buru-buru dicari. Biarkan mereka dulu, katanya, membantu keluarga dan warga sekitar yang sedang berjuang memulihkan diri.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka