Asap sudah sirna, tapi jejak kehancuran masih jelas terlihat. Sekitar 350 kios di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah beberapa waktu silam. Kerugiannya pasti tak sedikit. Namun begitu, semangat untuk bangkit justru mulai tumbuh. Beberapa pedagang buah yang lapaknya hangus, sudah terlihat kembali beraktivitas.
Menjelang pukul delapan pagi, suasana perlahan ramai. Dari pantauan di lokasi, tiga lapak pedagang sudah sibuk. Mereka mengangkut buah pepaya segar dari atas truk. Beberapa orang lainnya tampak asyik membersihkan dan memilah buah-buahan yang akan dijual. Di tengah tumpukan puing yang masih menghitam, aktivitas perdagangan mulai kembali menemui ritmenya.
Di sisi lain, proses pembersihan terus berjalan. Petugas PPSU dan sejumlah pedagang bahu-membahu membersihkan sisa-sisa kebakaran. Reruntuhan kayu dan atap sisa dibongkar, menata kembali area yang porak-poranda.
Kondisi ini memaksa para pedagang untuk beradaptasi. Salah satunya adalah Lela, 35 tahun. Ia memilih untuk tetap berjualan di atas sisa lapaknya yang hangus. Pilihan itu diambil bukan tanpa alasan.
"Iya jualan. Emang mau di mana lagi, kan harus tetep jalan ini dagang buah," ujarnya, sambil terus mengatur pepaya-pepaya yang baru datang.
Nada suaranya terdapat campuran antara keikhlasan dan kegigihan. Bagi mereka, berdagang adalah nafas sehari-hari. Tak ada waktu lama untuk berduka; roda kehidupan harus terus berputar meski di atas puing-puing kehilangan.
Artikel Terkait
Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Tuding Pria Hilang 9 Tahun sebagai Otak Kejahatan
Belasan Anak Korban Daycare Little Aresha Alami Gizi Buruk dan Gangguan Perkembangan
Tembok Belakang SD di Tebet Barat Roboh Akibat Hujan Deras dan Bangunan Tua, Tak Ada Korban Jiwa
Skuter Listrik Mulai Dilirik Pekerja Kantoran, Ini Rekomendasi Model Terbaik 2026 untuk Mobilitas Harian