Kondisi ini memaksa para pedagang untuk beradaptasi. Salah satunya adalah Lela, 35 tahun. Ia memilih untuk tetap berjualan di atas sisa lapaknya yang hangus. Pilihan itu diambil bukan tanpa alasan.
"Iya jualan. Emang mau di mana lagi, kan harus tetep jalan ini dagang buah," ujarnya, sambil terus mengatur pepaya-pepaya yang baru datang.
Nada suaranya terdapat campuran antara keikhlasan dan kegigihan. Bagi mereka, berdagang adalah nafas sehari-hari. Tak ada waktu lama untuk berduka; roda kehidupan harus terus berputar meski di atas puing-puing kehilangan.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka