Kabut masih menggantung di lereng bukit, tapi di sebuah warung makan sederhana milik Pak Mat di Desa Guo, aktivitas justru ramai. Di situlah, di tengah lumpur sisa banjir bandang, posko pelayanan administrasi kependudukan darurat didirikan. Hani Syopiar Rustam, Sesditjen Dukcapil Kemendagri, memastikan layanan ini terus berjalan untuk memudahkan warga yang dokumennya hanyut.
“Dalam kondisi apapun, dukcapil tidak boleh absen,” tegas Hani saat meninjau posko di Kelurahan Kuranji, Kota Padang, Jumat lalu. Kunjungannya tak sekadar seremonial. Usai melihat posko, ia langsung blusukan ke rumah-rumah warga yang porak-poranda diterjang air dari Sungai Batang Guo.
Menurut data yang ia sampaikan Senin (15/12), korban tidak sedikit. Sekitar 984 jiwa di Kecamatan Kuranji terdampak. Bukan cuma rumah yang rusak, puluhan hektar sawah basah juga ikut terendam. Situasinya memang berat.
Namun begitu, komitmen pelayanan harus tetap jadi prioritas. “Kami ingin memastikan bahwa pelayanan adminduk tetap hadir di tengah masyarakat, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun,” ujar Hani. Baginya, dokumen kependudukan adalah nyawa buat melanjutkan hidup untuk mengurus bantuan, untuk anak sekolah, untuk segalanya.
Komitmen itu diwujudkan dengan bantuan konkret. Hani menyerahkan langsung 4.000 keping blanko KTP-el plus perlengkapan pencetaknya. “Bantuan ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan agar warga yang kehilangan dokumen bisa kembali memiliki identitas resmi,” jelasnya. Langkah ini diambil agar warga tak perlu menunggu lama.
Pendamping Hani, Handayani Ningrum, menyoroti sisi lain. Bagi Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional ini, kehadiran di lokasi bencana adalah bukti nyata pelayanan publik yang inklusif.
“Data kependudukan adalah hak dasar warga negara. Kehilangan dokumen akibat bencana tidak boleh menghambat akses mereka,” tegas Handayani. Maka, membawa blanko langsung ke lokasi adalah solusi paling cepat yang bisa dilakukan.
Di sisi lain, koordinasi antara pusat dan daerah tampak solid. Besri Rahmad, Kadis Dukcapil Sumbar, menegaskan kesiapan jajarannya. “Kami di daerah siap menindaklanjuti arahan pusat. Dukcapil Sumbar bersama Kota Padang akan memastikan pelayanan berjalan lancar di posko-posko darurat,” tuturnya.
Rombongan itu juga dihadiri Kadis Dukcapil Kota Padang, Teddy Antonius. Mereka bersama-sama melihat dari dekat upaya pemulihan warga. Intinya, di balik reruntuhan dan lumpur, ada upaya agar identitas warga tidak ikut tenggelam.
Artikel Terkait
Pemkab Bogor Siapkan Rp100 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Tiga Kecamatan
Kemensos Targetkan 32.000 Siswa Baru di Sekolah Rakyat pada Juli 2026
Anggota DPR AS Krishnamoorthi Pertanyakan Klaim Trump soal Berakhirnya Perang dengan Iran
Hakim Desak Oditur Hadirkan Ahli Kimia untuk Uji Cairan Pembersih Karat dan Air Aki yang Disiram ke Aktivis KontraS