Iran Kutuk Keras Penembakan Massal di Pantai Bondi yang Menyasar Perayaan Yahudi

- Senin, 15 Desember 2025 | 18:00 WIB
Iran Kutuk Keras Penembakan Massal di Pantai Bondi yang Menyasar Perayaan Yahudi

Iran tak ragu menyuarakan kecamannya. Pemerintah di Teheran secara keras mengutuk penembakan massal yang mengguncang Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu lalu. Serangan itu, yang menyasar perayaan Yahudi, disebut oleh Iran sebagai aksi kekerasan yang tak bisa diterima.

Lewat akun media sosial X, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan pernyataan resmi pemerintahnya.

"Kami mengutuk serangan kekerasan di Sydney, Australia," ujarnya, seperti dilansir AFP.

Baghaei menegaskan posisi mereka lebih lanjut. "Teror dan pembunuhan manusia, di mana pun itu dilakukan, ditolak dan dikutuk," tegasnya.

Kejadian mengerikan itu sendiri terjadi di salah satu lokasi wisata paling ikonis Sydney. Pantai Bondi yang biasanya ramai dengan turis dan peselancar, berubah menjadi tempat tragedi. Sedikitnya 15 orang kehilangan nyawa, sementara puluhan lainnya menderita luka-luka.

Polisi Australia dengan cepat mengidentifikasi dua tersangka. Mereka adalah seorang ayah bernama Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24). Sajid dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan polisi di tempat kejadian. Nasib berbeda menimpa putranya; Naveed terluka parah dan kini masih dirawat intensif di rumah sakit di bawah pengawasan ketat polisi.

Yang menarik, otoritas menyebut Sajid memiliki enam senjata api secara legal. Detail ini tentu menambah pertanyaan tentang bagaimana tragedi ini bisa terjadi.

Motif pastinya masih jadi tanda tanya besar dan penyelidikan terus berjalan. Namun begitu, ada satu fakta yang mencolok: penembakan terjadi tepat saat acara tahunan "Hanukkah by the Sea" digelar. Acara yang dihadiri lebih dari seribu orang dari komunitas Yahudi itu tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk.

Tak main-main, kepolisian Australia sudah menaikkan statusnya menjadi insiden teroris. Mereka juga menemukan barang bukti yang mencemaskan: sebuah dugaan peledak rakitan di dalam mobil milik pelaku yang diparkir tak jauh dari pantai. Temuan ini tentu memperkuat dugaan adanya rencana yang lebih besar di balik aksi penembakan brutal tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar