Di Istana Negara, Jakarta, sidang kabinet paripurna Senin lalu dibuka dengan nada serius. Presiden Prabowo Subianto langsung menyoroti situasi sulit di Sumatera pascabencana. Cuaca ekstrem belakangan ini, menurutnya, bukanlah hal sepele.
“Kita tentunya selalu sadar dan ingat saudara-saudara kita di beberapa daerah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru saja mengalami bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Prabowo.
Ia melanjutkan, “Kita berdoa saudara kita bisa pulih dan kita bekerja keras untuk memulihkan keadaan sehingga rekonstruksi dan rehabilitasi bisa segera dimulai.”
Harapannya jelas: seluruh jajaran harus bekerja keras. Fokusnya adalah pemulihan total untuk wilayah-wilayah yang terdampak itu.
Namun begitu, Prabowo tak hanya bicara respons darurat. Ia menyinggung akar masalah yang lebih dalam, yaitu climate change atau perubahan iklim. Persoalan ini, katanya, telah mengubah segalanya.
Artikel Terkait
Diduga Serangan Jantung, Pria Tewas di Dalam Mobil yang Terparki Seharian di Bahu Tol Cikampek
Pencarian Remaja di Ciliwung Terhenti, Arus Deras Jadi Kendala
Polisi Gelar Ngopi Kamtibmas untuk Redam Tawuran di Bukit Duri
Gus Yahya Buka Suara: Konflik Internal PBNU dan Polemik Izin Tambang yang Mandek